oleh

Sekdis Akui Lakukan Perubahan Akta Kelahiran Anggota DPRD Jabar

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Subang, Yono Sutaryana mengaku bila pihaknya melakukan perubahan akta kelahiran salah seorang Anggota DPRD Jabar tanpa dokumen pendukung.

Ilustrasi

“untuk dokumen pendukung, ada dan akan disusulkan kemudian. Akhirnya disusulkan (kemudian) yaitu dokumen dari UNPAD,” kata sekdis kepada media, yang dilansir dari RMOL Jabar, Senin ( 20/01/20).

Lanjut Yono, bila yang menguruskan perubahan tanggal kelahiran  itu bukan anggota DPRD, melainkan orang yang mengaku kerabatnya.

dirinya meloloskan permintaan perubahan tahun kelahiran karena memandang orang tua anggota DPRD Jabar tersebut, tambahnya.

“Dia kan anak orang terpandang, seorang tokoh, masa anak seorang tokoh berbohong,” ucapnya.

Meski mengakui Ijazah Unpad yang jadi dokumen pendukung disusulkan, setelah Yono merubah tanggal kelahiran anggota DPRD tersebut, dia bersikukuh bila hal itu tak melangar aturan atu etika.

“Unpad mengeluarkan tanggal 13 (Juli 2018), kami mengeluarkan (akta kelahiran) tanggal 14 (Juli 2018)” terangnya.

Sebelumnya, dihari Jumat (17/01) Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad, Aulia Iskandarsyah, menyebutkan bila pada tanggal 14 Juli anggota DPRD tersebut belum memegang ijazah. Dalam pernyataan Aulia itu didukung dengan kronologis yang dia sampaikan.

Dijelaskannya yang bersangkutan lulus pada, 13 Juli 2018. Kemudian, tanggal 16 Juli 2018 meminta perubahan tahun kelahiran, dan pada 17 Juli 2018 yang bersangkutan menyetujui dan membenarkan perubahan tersebut.

“Di sini kami perlu menekankan bahwa ijazah yang bersangkutan baru diambil pada tanggal 20 Agustus 2018, Sehingga bisa dipastikan pada tanggal 14 Juli 2018 yang bersangkutan belum memegang ijazah,” tandasnya. 

(Emma/*)

News Feed