oleh

Polres Tasik Berhasil Ungkap Bisnis Birahi Online Singaparna

DARMEDIATAMA.COM | Aktivitas bisnis prostitusi “pelacuran” berbasis online “daring” seakan tidak ada habisnya. Meski sudah banyak pelaku yang ditangkap aparat lantaran menjalankan bisnis haram tersebut, kini kasus serupa kembali terjadi.

Polres Tasikmalaya, berhasil membongkar jaringan prostitusi online dengan menggunakan aplikasi jejaring sosial (Michat).

Setelah cukup lama meresahkan warga, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tasikmalaya, membongkar bisnis Birahi daring. Kamis (05/03/2020, Polisi menggerebek sebuah rumah kos yang diduga dijadikan sebagai lokasi Birahi daring di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya.

Selain didapati pelanggan yang tengah ngamar dengan seorang PSK, polisi juga mengamankan seorang yang diduga sebagai mucikari berinisial AM (43), warga Pasar Baru, Desa Singaparna, Kecamatan Singaparna, yang tengah menawarkan wanita penghibur melalui aplikasi michat.

Tarif PSK

Sang mucikari memasang tarif Rp 200 ribu, hingga Rp 300 ribu. Dalam sekali kencan, pria bertubuh gempal ini mendapat bagian Rp 50, hingga 100 ribu rupiah.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP. Hendria Lesmana S.IK saat menggelar Konferensi Pers di halaman Mapolres, Selasa (05/03/2020) memaparkan pengungkapan bisnis Birahi daring tersebut bermula dari laporan masyarakat yang gerah dengan adanya bisnis Birahi daring yang berlokasi di kos-kosan.

“Saya tugaskan personil di Satreskrim untuk melakukan penggerebekan lokasi, dan menemukan seorang pelanggan, wanitanya dan mucikari,” terangnya.

Dijual Melalui Aplikasi

Modus dari Birahi daring ini, lanjutnya, melalui aplikasi chating Michat yang dioprasikan L (kupu-kupu malam). Setelah mendapatkan lelaki hidung belang, sang PSK langsung mengarahkan pria hidung belang, berkomunikasi dengan pelaku untuk bertransaksi.

“Jadi AM ini berperan sebagai mucikari, dia yang mendealkan harga dengan pria hidung belang, AM juga yang menyediakan tempat berupa kos kosan, sebagai tempat mesum antara pria hidung belang dengan PSK asuhannya,” tuturnya.

Sementara itu, tersangka AM mengaku sudah menjual atau menjajakan 50 perempuan berusia 30 hingga 41 tahun kepada pria hidung belang. Dalam sehari, ia bisa menjajakan 2 hingga 4 orang PSK. Kebanyakan pelangganya merupakan mahasiswa hingga karyawan.

“Kebanyakan pelanggannya mahasiswa, dari hasil itu. Paling saya dapat bagian 100 sampai 150 ribu per hari,” sebutnya.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dikenakan pasal 296 jo 506 tentang kejahatan terhadap keasusilaan dan menyediakan fasilitasi tempat untuk melakukan perbuatan asusila, dengan ancaman hukuman, satu tahun empat bulan penjara.

Sumber : inilahtasik dan kapol

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed