oleh

Jalur Andesit Di Taman Kota Tasikmalaya Rusak

CIHIDEUNG, DARMEDIATAMA.COM – Masyarakat menunggu peran dan fungsi legislatif. DPRD Kota Tasikmalaya diminta tidak tinggal diam terkait kawasan batu andesit.

Tokoh masyarakat Tasikmalaya H Noves Narayana mengatakan para legislator jangan hanya berdiam diri. Mereka harus memberikan dorongan kepada pemerintah supaya menuntaskan permasalahan kawasan andesit yang sekarang mengalami kerusakan.

Pemerintah pun diminta harus lebih responsif menjawab keluhan warga soal andesit itu. Karena bagaimana pun tugas pemerintah melayani masyarakat dengan fasilitas yang dimiliki.

Tanggapan Tokoh Masyarakat

Dulu memang sempat di perbaiki, namun sekarang jalur andesit tersebut mengalami kerusakan lagi. Menurutnya, kawasan batu andesit tersebut bukan diperuntukan bagi jalur lalu lintas kendaraan. Selalin karna sudah mengalami kerusakan yang sangat mengganggu kenyamanan publik. Beliau menyarankan agar dijadikan jalan aspal kembali jikalau memang mau di jadikan jalan lalulintas kendaraan.

Terkecuali, kata H. Noves, pemerintah akan mengembalikan kawasan andesit menjadi bagian dari taman. Konsekuensinya, kata putra tokoh Tasikmalaya (alm) H Adang Roosman ini, kawasan tersebut harus terlarang untuk kendaraan dan pedagang kaki lima (PKL).

“Karena pilihannya hanya dua, bongkar atau jadikan bagian taman lagi,” tuturnya.

Kepala Bidang Taman dan Makam Dinas Perwaskim Kota Tasikmalaya Heru Susanto menyebutkan bahwa pada saat andesit dibangun, memang tidak ditutup untuk arus kendaraan. Hanya kecepatannya yang dibatasi.

“Awalnya itu boleh untuk kendaran juga, tapi dengan kecepatan pelan,” tuturnya saat dihubungi, Jumat (14/2).

Namun demikian, kata Heru, perkembangannya, kawasan andesit ditutup sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Itu untuk memberikan ruang yang leluasa bagi pengunjung taman. Namun tanpa diduga, PKL malah mangkal di kawasan tersebut, sehingga akhirnya kawasan itu dikembalikan menjadi jalur lalu lintas.

“Kalau tidak jadi area pedagang kaki lima, itu mungkin akan kita pertahankan,” ujarnya.

Disinggung soal anggaran untuk pembangunan kawasan andesit, Heru mengaku tidak ingat. Namun saat ini dia mengaku sudah tidak punya kewenangan apa-apa terkait kawasan tersebut.

“Karena sekarang sudah diserahkan ke (Dinas) PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Red),” tandasnya.

Pantauan Radar, area andesit yang beberapa waktu lalu diperbaiki dinas PUPR Kota Tasikmalaya kini sudah rusak lagi. Water barrier pun dipasang untuk menghalangi pengendara melintas di salah satu area batu andesit yang rusak tersebut.

Sumber : (radartasikmalaya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed