Node.js vs PHP – Apa yang membuat Node.js lebih cepat dibanding PHP?

Perbandingan Node.js dan PHP

Ketemu lagi Sobisobi, selamat datang di TamaBlog chapter 3. Kali ini Tama mau share mengenai Node.js vs PHP. Ternyata ini yang membuat Noje.js jauh lebih cepat ketimbang PHP. Oke gak usah panjang lebar, kita bahas bareng-bareng Sobi. 😊😎

Satu perbedaan utama antara JavaScript dan PHP memungkinkan Node.js untuk mengeksekusi lebih cepat dari PHP adalah pada Event Loop JavaScript. Ini tidak ada hubungannya dengan parser, tidak ada hubungannya dengan dinamika bahasa itu sendiri.
Node.js lebih cepat dibandingkan dengan PHP

1. Perbedaan

Satu perbedaan utama antara JavaScript dan PHP memungkinkan Node.js untuk mengeksekusi lebih cepat dari PHP adalah pada Event Loop JavaScript. Ini tidak ada hubungannya dengan parser, tidak ada hubungannya dengan dinamika bahasa itu sendiri.

2. Keunikan

Keunikan bahasa ini karena berevolusi dari JavaScript yang berbagi thread dengan browser; Perulangan event JavaScript memungkinkan pemrogram untuk mengatakan “Lakukan hal ini, lalu jalankan fungsi ini. Sementara itu, saya akan melakukan X, Y dan Z”. PHP tidak memiliki fitur seperti itu.

Node.js memanfaatkan behavior ini. Jika Anda mengambil data ke database di Node.js, Anda dapat melakukan hal-hal lain hingga Anda mendapatkan respons. Jika Anda mengambil data ke database dalam PHP, pemprosesan akan berhenti jika database sudah merespon.

Jika digunakan dengan benar, ini memberikan peningkatan kinerja yang signifikan ke Node.js vs PHP. Tentu saja, PHP secara teknis mendukung threading jika Anda menggunakan pthreads library dan Node.js secara teknis mendukung threading jika Anda menggunakan berbagai plugin atau ekstensi. Namun, dalam case-use normal (tanpa add-on) Node.js dapat berjalan lebih cepat dari PHP.

Pada tingkat lebih rendah, ini juga bisa disebabkan oleh cara server Node.js berjalan versus cara yang dijalankan oleh server PHP. Sebuah server PHP umumnya akan menghapus status di antara permintaan karena setiap permintaan mulai baru — dikirim dari NGINX, Apache, PHP-FPM, dll. Node.js, di sisi lain, berjalan tanpa henti sebagai proses mandiri sendiri. Ini berarti bahwa Node.js tidak harus menegosiasikan koneksi basis data antara setiap permintaan, dan itu akan memberi Node.js sedikit peningkatan kecepatan lebih baik dibanding PHP.

Ada alat yang dapat Anda gunakan dalam PHP untuk mengurangi masalah ini juga, tetapi itu adalah alat eksternal yang harus Anda install ke dalam proses Anda. Ini adalah fitur out-of-the-box untuk Node.js.

3. Typescript

Typescriptnya dong, karena typescript benar – benar punya type-safety to the next level. Misalkan, anda memiliki signature seperti ini:

interface ICommoner {
 name: string;
 category: 'commoner';
}
 
interface IAdventurer {
 name: string;
 category: 'adventurer';
 level: number;
}
 
type IUserParams = ICommoner | IAdventurer;
function createUser(params: IUserParams): void {
}

Sobi bakalan langsung mendapatkan feedback bahwa parameter seperti ini tidaklah valid, karena category ‘adventurer’ haruslah memiliki property level.

Sobi bakalan langsung mendapatkan feedback bahwa parameter seperti ini tidaklah valid, karena category 'adventurer' haruslah memiliki property level.

Sementara, untuk category commoner:

Tidak ada masalah, commoner tidak perlu property level. Masih banyak lagi typescript magic, misal seperti PhantomTyping yang akan Tama jelaskan typescript magic.

Generic-Type? wowowow, generic is an understatement. Yang ada di typescript bukan sekedar Generic-Type lagi, tapi sudah Functional-Type. Artinya, yang ada disini adalah sebuah Function yang menerima Type, dan mengembalikan Type yang lain.

Beberapa contoh yang sudah built-in misalnya seperti:

  • Required<X> : type Required akan membuat type baru dimana semua property pada X menjadi required.
  • { [K in keyof X]: string } : type ini akan membuat type baru dimana semua property pada X menjadi tipe string, anda bisa ganti string itu dengan number, boolean, atau Functional-Type juga, apapun.
  • Partial<X> : kebalikan dari Required, type Partial akan membuat type baru dimana semua property pada X menjadi optional.
  • Pick<X, keys> : type Pick ini akan menghasilkan type baru seperti X yang hanya memiliki property yang disebutkan dalam keys.
  • Omit<X, keys> : type ini, akan menghasilkan type baru seperti X, yang hanya memiliki property yang tidak disebutkan dalam keys.

menurutku fitur type-safety ini, membuat program node.js lebih cepat didevelop dan direfactor. Jika digunakan dengan baik, fitur ini akan mempersulit anda untuk membuat kesalahan logika yang menyebakan error saat program sedang berjalan.

selain itu, typing, dapat menjadi bentuk dokumentasi yang lebih baik daripada sekedar comments. karena comment dapat menjadi usang, tidak relevant, tapi tidak ada yang menyadarinya.

Berbeda dengan type, apabila anda melakukan perubahan type, program anda akan gagal dicompile/transpile, sampai anda membereskannya.

performance? apa itu? keduanya bukan bahasa yang bener – bener fokus untuk number-crunching, jadi kesimpulannya sih sama aja.

Ringkasan

  • JavaScript dapat melakukan hal-hal lain sambil menunggu proses input / output untuk diselesaikan, tetapi PHP tidak bisa.
  • JavaScript dapat membuat koneksi tetap terbuka di antara permintaan, tetapi PHP tidak bisa.

Ketika kamu memanfaatkan hal-hal ini, maka kamu memiliki jawaban untuk Node.js yang (berpotensi) lebih cepat dari PHP.

Itu dia sobisoby penjelasan mengenai Node.js vs PHP. Semoga bermanfaat. 😂😂😂

Jangan lupa like comment dan share BlogTama ke temen-temen sobisobi ya. Supaya temen-temen sobi tau apa yang Sobisobi tau? Makasih… 😊😊😊

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.