oleh

Bahaya Skullbreaker Challenge di TikTok, dari manakan asalnya?

TikTok, Darmediatama – Para orang tua di seluruh Indonesia khususnya Kota Tasikmalaya dibuat resah dengan tren skullbreaker challenge. Tantangan yang sedang viral di TikTok ini amat berbahaya, bisa membuat cedera, patah tulang, lumpuh, gegar otak, tidak sadarkan diri bahkan sampai meninggal dunia.

Nama tantangan ini berasal dari kata berbahasa Spanyol yaitu “Rompcráneos” yang artinya “Pemecah Tengkorak”. Tidak diketahui siapa yang pertama kali memulai tantangan yang punya nama lain tripping jump challenge ini. Yang jelas, skullbreaker challenge saat ini sedang trending di wilayah Eropa dan Amerika Selatan.

https://twitter.com/SimmiAhuja_/status/1228577933901455365

Bukan tidak mungkin jika tren ini merambah ke wilayah lain, termasuk Indonesia. Hashtag #Skullbreakerchallenge bahkan diketahui sempat menjadi trending topic di TikTok selama beberapa hari belakangan.

Tantangan ini mengharuskan 3 orang berderet dan meloncat. Saat sedang meloncat, orang di samping kiri dan kanan sambil menendang kaki orang yang di tengah agar jatuh. Korban jatuh biasanya akan jadi bahan tertawaan dengan harapan cara jatuh mereka lucu. Alih-alih sebagai hiburan, aktivitas ini justru membahayakan.

Dirangkum Darmediatama dari berbagai sumber, tantangan ini dilaporkan menyebabkan cedera pengguna TikTok di Amerika Serikat dan Meksiko bahkan sampai berurusan dengan polisi. Skullbreaker challenge telah memakan banyak korban di berbagai negara.

Korbannya antara lain seorang anak sekolah di Venezuela, dua remaja di Kanada, satu remaja di Ozark, Alabama, AS, hingga satu anak di Miami, AS. Mereka merupakan korban beragam kasus skullbreaker challenge dari mulai cedera hingga dirawat di rumah sakit.

https://youtu.be/E0FnatZL6V0

Mencegah agar tren skullbreaker challenge tidak semakin meluas, di Indonesia sendiri, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Divisi Humas Polri sudah mengeluarkan imbauan agar pengguna media sosial tidak ikut meramaikan tren berbahaya ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed